Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Adab pada Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat.

1. Memperbanyak Sholawat Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

2. Mandi Jumat
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah
“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

8. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya)

Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di hari Jumat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya.
(Disarikan dari majalah Al Furqon edisi 8 tahun II oleh Abu Abdirrohman Bambang Wahono)
***
Penulis: Abu Abdirrohman Bambang Wahono
Artikel www.muslim.or.id

Kamis, 28 April 2011

SEBUAH RENUNGAN DI BALIK BENCANA

Dari ibnu ali bin abi tholib ra. Berkata bahwa rosulullah telah bersabda :
" Bila ummatku telah melakukan 15 perkara ini maka akan turun bencana". Sahabat bertanaya : "apa 15 erkara itu ya.. Rosulullah?." rosul menjawab : "bencana akan datang bila :
1.     Harta negara hanya beredar di kalangan orang-orang tertentu (orang kaya).
2.     Amanah telah dijadikan sumber keuntungan.
3.     Zakat dijadikan hutang, sehingga para muzakki sulit mengeluarkan zakat.
4.     Para suami kalah oleh istri-istrinya.
5.     Banyak anak duhaka ibunya.
6.     Anak menjauhkan diri dari ayahnya.
7.     Sedangkan ia berbuat baik terhadap sebayanya.
8.     Suara-sura ditinggikan di masjid
9.     Prmimpin suatu kaum adalah orang yang terhina diantara mereka.
10.Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya.
11.Khamar/ arak/ minuman keras diminum di banyak tempat.
12.Kain sutera banyak digunakan doleh lak-laki.
13.Para artis banyak disanjung-sanjung.
14.Musik banyak dimainkan, sehingg dijadikan hiburan utama.
15.Generai akhir jaman melaknat / menyalahkan generasi sebalumnya.
Maka hendaklah mereka mennti angina merah atau gempa bumi atau mereka dirubah menjadi mahluk lai bila telh melakukan 15 perkra di atas.”

Semoga kita bisa menjauhkan diri kita dan seluruh sanak saudara, dan kerabat kita dai ke-15 perkara  di atas.  Aminn.


DAN MERAPIPUN BERDAKWAH

Apakah yang terfikir oleh kita ketika Banjir, Gempa, Tsunami, Angin Puting Beliung, dan muntahnya lahar dan debu panas Gunung Merapi ?

Apakah bencana-bencana seperti itu pernah datang sebelum kita ? bahkan di zaman nenek-nenek moyang kita atau bahkan zaman ummat-ummat Nabi-Nabi terdahulu sebelum ummat Muhammad SAW ?

Apakah bencana-bencana seperti hanyalah rutinitas gejala alam atau hukum alam semata ? mengapa kejadiannya selalu tiba-tiba dan tidak pernah dapat diprediksi ?

Bukankah Kaum ‘Aad dan Kaum Tsamud dibinasakan secara tiba-tiba dengan petir dan angin puting beliung yang sangat dahsyat ? karena mereka tidak yakin adanya Hari Akhirat dan telah menghina Nabi mereka

Bukankah Kaum Nabi Luth ditelan bumi karena membudayakan gaya hidup pemuasan nafsu yang tidak pada tempatnya dengan homosex dan freesex serta menentang dan menantang ajaran Nabi mereka

Bukankah Ummat Nabi Nuh habis ditenggelamkan dengan banjir bandang yang sagat besar dan tidak satupun yang mampu menyelamatkan diri kecuali mereka yang mengikuti perintah Nabi mereka untuk naik dalam Perahu Nabi Nuh ?

Bukankah Fir’aun dan bala tentaranya ditelan Tsunami karena kesombongannya mengaku dirinya Tuhan ?

Maka jika saat ini terjadi bencana-bencana yang serupa maka dapat dipastikan bahwa sebagian besar diantara kita mulai dari rakyat sampai pejabat telah mengikuti jejak-jejak perilaku kemaksiatan ummat-ummat yang terdahulu !! Pasti…..

Sahabat, ternyata seluruh Makhluq ciptaan Allah baik yang di Langit maupun di Bumi ini adalah HIDUP. Karena setiap benda mati yang disebut dalam ilmu Fisika ataupun makhluk hidup itu sendiri pasti tersusun dari sebuah ATOM yang didalamnya terdapat Proton, Neutron dan Elektron yang senantiasa bergerak tiada henti sesuai dengan karakter benda itu sendiri. Dan dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa semua Makhluq ciptaan Allah ini senantiasa berzikir bertasbih dengan caranya masing-masing.

Alam semesta ini sangat-sangat patuh terhadap Sunnatullah ( aturan Allah yang berlaku atasnya ). Pepohonan rela dipotong-potong dan siap difungsikan sebagai apa saja untuk kemanfaatan makhluk yang lain utamanya manusia, Gunung-gunung juga dengan ikhlashnya dihancurkan dan dibentuk dalam berbagai ukuran juga untuk kemaslahatan makhluk lain khususnya manusia, tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan berbagai macam buah-buahan dengan relanya memberikan hasil buahnya berbagai rasa dan nikmatnya lalu rela mati hanya untuk membahagiakan makhluk lain khususnya manuasia

Betapa taatnya Alam ini dengan keputusan Allah SWT, lalu mengapa kadang-kadang tiba-tiba Alam ini tidak lagi bersahabat dengan kita bahkan cenderung marah dengan kita ?

Sebenarnya Alam ini bukan sedang marah atau tidak lagi bersahabat dengan kita justru karena sayangnya Alam ini kepada kita, mereka sedang menegur dan menasehati kita dengan bahasanya sendiri agar kita kembali ingat kepada yang menciptakan kita, yang memberi nafas dan hidup kita, yang melimpahkan rizki kepada kita, yang membahagiakan kita, yang memberikan segala-galanya kepada kita.

Ketika hujan Abu Gunung Merapi terbang ke berbagai wilayah yang sangat jauh adalah bentuk peringatan dan nasehat bahwa kita yang jauh dari bencana itupun suatu saat akan mersakan hal yang sama jika Sunnatullah yang berlaku atas diri kita kita langgar secara sistemik, dan ternyata Abu merapi juga sampai di Ibu Kota Jakarta itu artinya Gunung Merapi ini sedang bersilaturrahim kepada pimpinan tertinggi negara ini serta penguasa-penguasa Negeri ini agar mau mencoba menerapkan Sistem Allah SWT sebagai aturan kehidupan berbangsa dan bernegara di Negeri yang sangat kaya denga berbagai macam kekakyaan Alamnya ini.

Jadi sebenarnya Alam ini tidak pernah marah dengan kita tetapi karena sangat ketakutan kalau tidak berdakwah memberi peringatan kepada makhluk disekitarnya khususnya manusia yang sudah mulai menjauh, menyimpang bahkan menentang Aturan Allah SWT.

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalirsungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah......” (Al-Baqarah: 74).

"Kalau sekiranya kami menurunkan Al-qur'an ini kepada sebuah'gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. " (Al-Hasyr : 21) 

Sumber : m_ikhlas123@yahoo.com